MalangPost - Rahasia Panjang Umur Kiai Basori Alawi dan KH Tholhah

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Rahasia Panjang Umur Kiai Basori Alawi dan KH Tholhah

Senin, 11 Mei 2020, Dibaca : 4923 Kali

Ketika berada di Kota Malang, Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki sangat dekat dengan para Kiai dan Habaib. Nah, salah satu ulama yang dekat dengan Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki adalah Kiai Basori Alwi Murtadha Singosari Malang. Kiai Basori Alwi rutin ngaji bersama dengan habaib di Kota Malang, termasuk dengan Sayyid Muhammad.


Setiap pengajian, Kiai Basori selalu ikut hadir. Sampai suatu saat, Sayyid Muhammad mampu menerawang (kassaf) kesehatan Kiai Basori Alwi. Lalu Sayyid Muhammad bertanya “Engkau sedang sakit ya? Kiai Basori Alwi menjawab “Iya, saya sakit gula (diabetes)”. Saat itu, Kiai Basori Alwi berusia empat puluh tahun.


Kemudian Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki menyarankan kepada Kiai Basori Alwi agar diet, tetap berobat, dan juga olahraga. Itu bagian dari ihtiar. Tetapi kemudian Sayyid Muhammad mengatakan sesuatu yang sangat luar biasa kepada KH Basori Alwi.  “Kalau engkau sakit jangan dirasakan, agar tidak sakit dua-duanya (ruhani dan jasmani)”. Begitulah pesan mulia dari Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki sang cucu Rasulullah SAW yang membawa berkah kota Malang.


Sejak mendengar petuah dari Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al-Malili, Kiai Basoari Alwi tidak pernah memperdulikan sakitnya. Beliau tetap beraktifitas layaknya orang sehat. Beliau tidak pernah meninggalkan pengajian dengan alasan kurang sehat. Makanya, wajar jika kemudian beliau mengatakan “zakatnya ilmu itu mengajar”. Berkah dari nasehat Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki, Kiai Basori Alwi dikaruniai panjang umur, sehat wal afiyat, hingga 93 tahun.


Beliau berulang-ulang haji dan umrah, walaupun kondisinya di atas kursi roda. Bukan hanya di dalam kota, beliau melakukan perjalanan hingga ke luar Negeri. Dakwah di dalam negeri-pun tidak pernah dilewatkan. Itulah ulama sejati, pejuang Ahlussunah Waljamaah, yang tidak pernah kenal lelah mengajarkan Alquran, juga bahasa Arab.
Bukti kalau beliau sangat cinta terhadap Alquran, ternyata karya-karya beliau paling banyak terkait langsung dengan Alquran, seperti; Mabadiu Ilmi Al-Tajwid, Al-Gharib fi Al-Rasmi Al-Ustmani, Ahadis fi Fadhail Al-Quran wa Qurraihi”. Bukti, beliau sangat mencintai Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, beliau menterjemahkan karya-karta Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, salah satunya “Tarjamah Syariah Al-Khadidah”. Ada sekitar 20-25 karya KH Bashari Alawi dengan berbagai disiplin ilmu, berbahasa Arab dan Indonesia.


Kyai Tholhah Hasan pernah menyamapaikan perihatal rahasia panjang umar. Suatu saat beliau menyampaikan kepada kami yang sering mengelilingi setiap usai jumatan “agar seseorang panjang umur, jangan pernah merasa  selesai mengerjakan proyek ibadah”. Kemudian beliau mengutip salah satu ayat Alquran “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”.
Kemudian beliau menyampaikan “Saya pernah mendapatkan ijazah (lisensi) dari Kiai As’ad Syamsul Arifin, bahwa rahasia usia panjang itu setelah mengerjakan amanah Allah, maka rencanakan amanah yang lain”. KH As’ad Syamsul Arifin, sampai dipenghujung usianya tidak pernah berhenti membuat proyek untuk umat Islam. Terahir, KH As’ad merencanakan dan mengerjakan Ma’had Ali.
Baik Kiai Tholhah Hasan dan Kiai Basori Alwi memiliki sanad panjang usia dari sang guru tercinta. KH Tholhah Hasan bersumber dari KH As’ad, KH Hasyim Asy’ari, KH Mahfud Al-Tumusi, Sayyid Abbas, Sayyid Abu Bakar Shata, Sayyid Zaini Dahlan. Sementara KH Basori Alwi mengerjakan amanah dari Sayyid Muhammad Alwi, Sayyid Alawi, Sayyid Abbas, Sayyid Abu Bakar Shata, Sayyid Zaini Dahlan.
Kedua Kiai kharismatik asal Singosari ini benar-benar menginpirasi kaum santri Nusantara di dalam melayani umat Islam hingga di penghujung usianya. Kiai Basori menjadi rujukan ilmu Alquran dan bahasa Arab, sementara Kiai Muhammad Tholhah Hasan menjadi rujukan Kiai dan santri di dalam membumikan Ihya’ Ulumuddin dalam kehidupan bermasyarakat hingga mengurus Negara. (*)

Oleh : Dr. Abdul Adzim Irsad
Ketua Lazis Masjid Sabilillah Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Abdul Adzim