Persiapan UN, SMAN 10 Hadirkan Profesor di Kelas

Selasa, 15 Oktober 2019

Rabu, 09 Okt 2019, dibaca : 303 , rosida, linda

MALANG - Rasa tegang tidak nampak sedikitpun di wajah puluhan siswa kelas XII MIPA 2 SMAN 10 Malang saat belajar materi Dimensi 3, Rabu (9/10). Pasalnya, kegiatan belajar mengajar kali ini dibawakan oleh dosen Matematika UM Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si yang diawali dengan menunjukkan salah satu cuplikan game hits masa kini.
Selama kurang lebih 90 menit, Prof. Toto menerangkan materi sekaligus memberikan motivasi kepada siswa. Bahkan turut mengenalkan media baru bernama Cabri yang digunakan untuk belajar memahami geometri tiga dimensi.
"Kami kenalkan siswa media Cabri untuk memudahkan, lantaran materi Dimensi 3 terbilang lumayan bahkan beberapa juga sedikit susah. Dengan media ini sudut pandang titik yang awalnya susah bisa dengan mudah dilihat," ujar Prof. Toto.
Aplikasi Cabri dikenalkan kepada siswa kelas XII untuk memudahkan  menyelesaikan soal Dimensi 3. Lantaran materi tersebut masuk ke dalam kategori kecerdasan spasial, sementara Matematika suatu pelajaran yang abstrak sehingga perlu latihan untuk mengasahnya. Dengan media Cabri harapannya memudahkan siswa membayangkan soal dengan lebih jelas, seolah-olah titik itu nempel pada bidang.
"Media Cabri sejauh ini banyak dipakai mahasiswa namun perlu juga diperkenalkan kepada siswa, mengajar siswa tentunya berbeda dengan saat mengajar mahasiswa, anak SMA perlu didampingi dan perlu diarahkan," terangnya.
Kegiatan Prof. Toto mengajar merupakan terobosan terbaru SMAN 10 Malang dalam meningkatkan prestasi akademik siswa didiknya melalui program Profesor Mengajar yang dimulai pada tahun ajaran 2019/2020. Secara bergantian, beberapa profesor dari Perguruan Tinggi didatangkan untuk memberikan materi kepada siswa kelas XII khusus mata pelajaran yang diujikan saat Ujian Nasional (UN).
Profesor Mengajar ditujukan untuk menyiapkan siswa mengikuti UN dan SBMPTN melalui pemantapan materi dari ahli mata pelajaran tersebut. Selain itu juga untuk memotivasi peserta didik melanjutkan kuliah sampai ke tingkat pendidikan tertinggi atau paling tidak mereka sudah mengenal cara mengajar seorang profesor.
Kepala SMAN 10 Malang, Dr. Husnul Chotimah, menyampaikan, dosen mengajar sudah digagas sekolah sejak tahun ajaran 2018/2019. Perguruan Tinggi diminta untuk membantu proses pembelajaran melalui kegiatan Lesson Study berbasis sekolah.
"Dosen terlibat dalam kegiatan merancang pembelajaran (plan), mengobservasi kegiatan di kelas (do) dan melaksanakan refleksi (see), selain itu para dosen juga dilibatkan dalam kegiatan bimbingan belajar bagi siswa kelas XII setiap, Sabtu," ujar Husnul.
Selain itu para dosen juga menjadi fasilitator bagi guru dalam kegiatan in house training yang dilaksanakan sebulan sekali. Berbagai upaya yang dilaksanakan oleh SMAN 10 Malang tersebut telah membuahkan hasil dengan meningkatnya nilai rata-rata UN dan perolehan nilai 100 pada beberapa mapel.
"Tak hanya itu, penyerapan siswa di perguruan tinggi juga mengalami peningkatan. Tahun ini, dari 304 peserta didik yang lulus UN telah diterima di PTN sebanyak 212 siswa dan 38 anak di PTS," tandasnya. (lin/oci)



Loading...