MalangPost - Pasar Wajib Satu Pintu, Pedagang Dibatasi Hanya 50 Persen Setiap Harinya

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Pasar Wajib Satu Pintu, Pedagang Dibatasi Hanya 50 Persen Setiap Harinya

Selasa, 02 Jun 2020, Dibaca : 1890 Kali

MALANG – Pemkab Malang menerapkan aturan lebih ketat untuk pasar saat New Normal. Seluruh pasar wajib memberlakukan satu pintu untuk masuk dan satu pintu keluar. Demikian disampaikan Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM, Selasa (2/6).


Ditemui Malang Post di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Wahyu mengatakan dengan hanya membuka dua pintu di pasar diharapkan mampu menekan penularan Covid-19. “Dalam rapat koordinasi sosialisasi Perbup 20 tahun 2020 sudah disampaikan semuanya. Untuk pasar berlaku satu pintu masuk dan satu pintu keluar,’’ katanya.
Tidak itu saja, untuk pengunjung pasar juga wajib mengikuti protokol kesehatan. Semua pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir sebelum masuk. Termasuk juga tidak berhimpitan dengan pengunjung lain.
“Pedagang juga wajib menggunakan masker dan sarung tangan,’’ ungkap Wahyu. Kalau pedagang tidak memiliki sarung tangan, mereka bisa menggunakan plastik. Intinya tangan bisa tertutup.


Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu mengatakan, untuk pasar diberlakukan hanya 50 persen pedagang. Hanya saja untuk teknis pelaksanaannya, diatur oleh Unit Pelaksana Pasar Daerah (UPPD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Apakah menggunakan ganjil genap atau ada opsi lainnya, kami serahkan ke UPPD. Yang pasti sesuai Perbup pasar diberlakukan 50 persen dari kapasistas yang ada. Baik pedagang maupun pengunjungnya,’’ ungkap mantan Camat Tajinan ini.


Sementara itu, terkait pengawasan Wahyu juga meminta petugas UPPD dan Muspika masing-masing kecamatan lebih aktif melakukan pengawasan dengan patroli satu sampai dua jam sekali. Petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang maupun menjunjung protokol kesehatan.
“Karena di Kabupaten Malang sepakat tidak ada transisi. Kami memberlakukan langsung new normal. Jadi aturan protokol kesehatan betul-betul wajib diterapkan,’’ ungkap alumni ITN Malang ini.


Penerapan protokol kesehatan sendiri tidak hanya berlaku untuk pedagang dan pengunjung pasar. Tapi seluruh warga, termasuk pelaku usaha, dan pelaku pariwisata. “Karena tujuannya jelas yaitu menekan penularan Covid-19. Kami berharap semuanya saling mendukung, sehingga Covid-19 cepat selesai,’’ tandasnya.(ira/agp

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika