OTT Kemendikbud, Momentum Nadiem Tiru Hoegeng

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


OTT Kemendikbud, Momentum Nadiem Tiru Hoegeng

Jumat, 22 Mei 2020, Dibaca : 1494 Kali

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), terkait dugaan pungutan liar berupa permintaan Tunjangan Hari Raya (THR). KPK menangkap Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor. KPK dan Itjen Kemendikbud menggelar OTT pada Rabu 20 Mei 2020 sekira pukul 11.00 WIB.


"Benar, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2020 sekitar jam 11.00 Wib, KPK bekerjasama dengan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto, kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).


Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai dapat menjadi momentum bagi Mendikbud Nadiem Makarim memastikan celah peluang korupsi di kementeriannya tertutup rapat.
"Ini momentum Mas Menteri bersikap tegas seperti Mas Hoegeng, Jenderal Hoegeng, Kapolri atau seorang Polisi yang namanya terus harum karena kejujurannya, seorang pemimpin yang membangun sistem anti korupsi dengan baik," kata pemerhati pendidikan, Asep Sapaat, pada Jumat (22/5/2020).


Asep menyatakan, kunci sukses sebuah lembaga atau kementerian terbebas dari korupsi sangat ditentukan dengan kekuatan karakter pemimpin tertinggi dilingkungan bersangkutan.
Demikian dimaksud, apabila pucuk pimpinan membuat sistem sedemikian terbuka disertai dengan integritas tinggi hingga  menutup celah korupsi, maka seterusnya akan diikuti struktur di bawah.
"Karena problem kita saat ini ketika seseorang tadinya jujur dan baik kemudian masuk dalam lingkaran korupsi justru ikut terpengaruh. Lingkaran pemimpin tertinggi harus kuat membangun sistem meskipun memang tantangannya berat banyak orang tidak suka," kata Asep.


Karena itu, lanjutnya, tidak berlebihan para pemimpin saat ini bernolstagia mengingat kiprah Jenderal Hoegeng.
Dikatakan, sosok Hoegeng berhasil membangun sistem secara transparan di Kepolisian, dengan sikapnya yang visioner tidak ada yang ditutup-tutupi.
"Terus terang mendengar ada celah korupsi di Kemendikbud rasanya miris, karena kementerian ini seharusnya berperan menghilangkan budaya korupsi. Bayangkan kalau ada korupsi di Kemendikbud bagaimana masa depan Indonesia, meskipun kita tidak pukul rata karena ini perbuatan oknum," pungkasnya.


Sebelumnya diberitakan, KPK bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan OTT terhadap seorang pejabat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinsial DAN.
Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto menyatakan, penangkapan tersangka berawal adanya permintaan dari Rektor UNJ kepada dekan fakultas dan lembaga kampus tersebut untuk mengumpulkan uang, pada Rabu (13/5/2020).


Uang itu rencananya diberikan kepada pejabat di lingkungan Kemendikbud sebagai tunjangan hari raya (THR).
"(Permintaan rektor) masing-masing Rp 5 juta melalui DAN," kata Karyoto dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020), malam.
Uang tersebut, lanjut Karyoto, akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud. Selanjutnya kasus ini telah diserahkan pada pihak kepolisian. (rri/mp)

Editor : Redaksi
Penulis : RRI