MalangPost - #Menelusuri Sanad Alquran Kiai Malang

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


#Menelusuri Sanad Alquran Kiai Malang

Minggu, 10 Mei 2020, Dibaca : 4443 Kali

KH Basori Alawi sosok teguh yang membidangi Alquran. Beliau belajar Alquran kepada Kiai ?Munawar Sedayu Gresik ? dan Kiai Adlan Ali Jombang. Menurut penuturan Gus Anas, KH ?Basori Alwi sanad Alquran dari Kiai Munawar? ?Gresik Sedayu, dan terus ke Syekh Abdul ?Karim Umar Al-Badri Al-Dimyati.


KH Basori Alwi Murtadho juga tabarukan kepada Kiai ?Adlan Ali di Jombang yang menjadi gurunya KH Muhammad Tholhah Hasan Malang. ?Dengan demikian, sanad Alquran KH Muhammad Tholhah Hasan dan KH Basori Alwi ?Murtadho bertemu di KH Adlan Ali. ?
KH Basori Alwi Murtadho juga satu-satunya perintis pembelajaran bahasa ?Arab yang berhasil di Malang, juga pengajar Alquran. KH Basori Alwi Murtadho ?masuk dalam hadis Rasulullah SAW “sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar ?Alquran dan mengajarkannya” (HR.Muslim).
Menurut Gus Anas, putra Kiai Basori Alwi, pada tahun 1964 KH ?Basori Alwi pernah ditugaskan NU ke USA dalam rangka pertukaran budaya. ?Budaya yang ditampilkan adalah “Qiroatul Quran”.?


Selama di USA, KH Basori Alwi mengunakan momentum belajar bahasa Inggris. ?Ternyata, pembalajaran bahasa Inggis model “English Conversation Practice – 999 ??“ yang diperoleh selama di Amerika menjadi mudah ditangan KH Basori Alwi ?menjadi “MADARIJ AL-DURUUS AL-‘ARABIYAH”. Sejak saat itulah pembelajaran ?bahasa Arab berkembang di Malang hingga Nasional.?
Sanad ilmu Alquran KH Basori Alwi muttasil (nyambung) dengan KH Munawar ?Gresik Sedayu dengan cara “talaqq?-musy?fahah” dalam pola hubungan antara ?guru dan murid. Ini berlansgung di seluruh Pesantren NU-Santara.?


Sanad KH Munawwar memilli rangkaian yang sama dengan sanad KH Muhammad ?Munawwir. Sanad ini dimiliki oleh KH Muhammad Najib yang memperolehnya dari ?KH Arwani Kudus. Artinya, selain kepada Yusuf Hajar atau Yusuf ad Dimyati ?sebagaimana dijelaskan dalam sanad kepunyaan KH Ulil Albab Arwani dan KH ?Noor Hadi Bali, KH Muhammad Munawwir juga berguru kepada Syekh ‘Abdul ?Karim Ibn ‘Umar al-Badry Al-Dimyati.?
KH Anas Basori melanjutkan “KH Munawar Sedayu” memiliki seorang guru ?dari Makkah dan Madinah yang bernama “Syekh Umar Al-Badri Al-Dimyati”. ?Menurut KH Badawi, pelajar Indonesia yang belajar ilmu qiraat kepada Syeikh ‘Abd ?Karim ibn ‘Umar al-Badri ad-Dimyati, yaitu: Muhammad Munawir Krapyak, ?Munawwar Sedayu, dan Badawi Kaliwungu.?
Menelisik ulama Alquran di tanah Haram, pada tahun 1314 H, Syekh Al-?Muqri’ Muhammad Al-Munsawi ra, memiliki halakah ta’lmi di Masjidilharam, ?sebagian besar murid-muridnya adalah orang Jawa (Al-Jawiyun). Termasuk Syekh ?Mahfuzd Al-Turmusi yang belajar atas bimbingannya riwayat Hafs ra. Beliau juga ?hadir di dalam membaca sarah Al-Allamah ibn Al-Qosih terhadap Al-Syatibiyah. ?Namun, tidak lengkap. Termasuk yang hadis pada waktu itu adalah “Syekh ?Abdullah Azhari Al-Falanbani”.?


Pada tahun 1421 H, Syekh Al-Muqri Muhammad Al-Sarbini (w. 1321H) mengajar ?Alquran di Bab Al-Shofa di Masjidilharam. Kemudian tahun 1338 H, digantikan ?muridnya Syekh Muhammad Al-Turmusi ditempat yang sama. Penulis menduga, ?santri-santrinya sebagian besar dari kalangan “Jawa” yang bermukim di Makkah.?
KH Anas Basori mengungkapkan bahwa KH Basori Alawi juga tabarukan kepada ?KH Adlan Ali Jombang. Namun ada yang berpendapat bahwa KH Munawar, ?walaupun sangat mahir di bidang Alquran, beliau tidak pernah mengeluarkan ?sanad tertulis kepada santri-santrinya. Karena sebagian dari ulama Alquran hanya ?ingin mendapat pengakuan dari Allah SWT.  KH Muhammad Tholhah Hasan ?pernah mengutip salah satu ungkapan Sayyid Qutub “hidup dibawah naungan ?Alquran sangat nikmat, tidak akan merasakan kenikmatan kecuali orang yang benar-?benar merasakannya”.? (*)

Oleh : Dr. Abdul Adzim Irsad
Ketua Lazis Masjid Sabilillah Malang

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Redaksi