Menegur, Anggota TNI Malah Dikeroyok | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 06 Nov 2019, dibaca : 49098 , halim, agung

MALANG - Dua warga Kecamatan Wagir harus berurusan dengan polisi. Senin (4/11) malam, keduanya ditangkap Polsek Wagir karena kasus pengeroyokan. Korbannya seorang anggota TNI AD, yakni Mashuri, 39, warga Dusun Rekesan Desa Gondowangi Kecamatan Wagir. Keduanya diamankan petugas di rumahnya masing-masing.
Mereka adalah Margono, 46, warga Dusun Rekesan Desa Gondowangi, serta Jaya Prastya, 25, warga Dusun Ngragi, Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir.  "Selain mereka berdua, masih ada pelaku lain yang kabur. Karena menurut keterangan korban, ada tiga orang yang memukulinya. Saat ini, kami masih memburu pelaku yang kabur tersebut," ungkap Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih.
Informasi yang diperoleh, aksi pengeroyokan terjadi pada Sabtu (2/11)  lalu sekitar pukul 22.00. Kejadiannya di simpang empat jalan kampung dekat rumah korban. Saat dipukuli, korban hanya melindungi tubuhnya dan tidak melawan.
Ceritanya, malam itu para pelaku sedang mabuk minuman keras (miras) di simpang empat jalan kampung. Korban saat itu sedang berada di dalam rumahnya. Korban merasa terganggu setelah mendengar suara orang tak dikenal berteriak-teriak di luar rumah.
Ketika dilihat, kondisi orang tak dikenal itu bersimbah darah di bagian kepala. Lantaran merasa terganggu, korban keluar untuk menegur. Kemudian meminta orang tak dikenal itu untuk pergi. Namun bukannya pergi, orang tersebut malah semakin menjadi. Tidak lama kemudian, datang para pelaku menghampiri korban. Selanjutnya, tanpa banyak bicara, mereka lantas mengeroyok korban.
Mendapat serangan, korban hanya berusaha menghindar dan menangkis. Pengeroyokan baru berhenti, setelah warga sekitar datang menolong. Para pelaku langsung kabur, sementara korban yang tidak terima melaporkan ke polisi.
Berdasarkan laporan itulah, akhirnya polisi memburu para tersangka. Alhasil mereka ditangkap di rumahnya masing-masing. Sementara satu pelaku lagi masih menjadi buronan. "Identitas pelaku yang kabur sudah kami kantongi. Sekarang tinggal menyelidiki keberadaannya," terang mantan Kapolsek Sumberpucung ini.(agp/lim)



Loading...