Kelola Dua Bisnis di Kepanjen | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Des 2019, dibaca : 7569

Dira Alfarizi
Dewi Tumita alias Dira Alfarizi tidak mau bergantung pada kesuksesan sang suami di sepak bola. Ia tak segan turut mengerjakan bisnis sampingan, demi mendapat pendapatan tambahan untuk keluarga. Pendapatan yang dianggap sebagai tabungan untuk masa depan keluarga Bek Arema FC, Johan Ahmat Farizi, melalui bisnis tas fashion dan juga barbershop yang kini dikelolanya.
Dira berkisah mengenai awal dirinya menjalankan bisnis. Semua bermula saat sepak bola Indonesia dibanned oleh FIFA. Tidak ada kompetisi resmi di tanah air. Otomatis, saat itu pendapatan Alfarizi pun tidak bisa maksimal. 
Ia mulai berbisnis online, berjualan tas. Dia mulai dengan berjualan di rumahnya, kala itu masih memiliki rumah di Kepanjen. Namun, siapa yang sangka, empat tahun kemudian, tahun 2019 ini, tokonya bernama Diralfstore yang merupakan singkatan nama Dira dan Alfarizi sudah resmi buka di Kepanjen. Tepat di sebelah Jhon87 Barbershop, di kompleks pertokoan Kantor Pos Kepanjen.
“Awalnya dulu saya jualan tas pas zaman sepak bola susah. Ditelateni ternyata ramai dan bisa berkembang sampai sekarang,” ujar Dira mengawali ceritanya.
Dia juga tidak menyangka, dari iseng-iseng jual rumahan, akhirnya kini mengelola dua bisnis. Saat jualan tasnya kian ramai, dia berpikir untuk buka barbershop sendiri.
“Pas anter suami potong rambut yang ramai banget, kepikiran buka sendiri juga. Apalagi, suami dan anak (Digo) suka banget ganti-ganti model rambut. Kalau Digo, ada pemain bola siapa yang modelnya bagus, dia minta begitu,” ungkapnya.
Akhirnya, ia pun berdiskusi dengan Alfarizi untuk membuka barbershop. Kebetulan, bek kiri Arema FC ini memiliki pemikiran yang sama. “Untuk bisnis barbershop, awalnya juga belum begitu yakin bisa buka. Sampai akhirnya ada ruko yang dikontrakin dan murah. Ya sudah nekad buka,” papar ibu dari Moch. Diego Aliando dan Moch. Dafa Aldino tersebut.
Namun, dia bersyukur kini barbershop serta toko tas miliknya bisa berdampingan di pusat pertokoan di Kepanjen. Sehingga, dia bisa lebih mudah ketika mengelola kedua bisnis tersebut.
“Tidak selalu saya di toko. Karena harus mengurus dua anak juga. Tetapi, pasti selalu dikontrol perkembangannya,” sebut dia kepada Malang Post.
Menurutnya, apa yang dia kerjakan itu juga untuk keluarga. Alhasil, ia mendapatkan dukungan penuh dari suaminya. “Ya asal nggak kebablasan atau kecapekan. Suami dan anak juga tetap mendapatkan porsi perhatian yang besar. Alhamdulillah, bisnis ini hasilnya buat tambahan tabungan, kan tidak harus bergantung sama pekerjaan suami saja,” tambah dia.
Sementara itu, ia juga tetap mendapatkan imbauan dari sang suami. Agar tidak terlalu sibuk. “Misalnya saya keasyikan pegang handphone, ngontrol toko dan barbershop, lalu ada pesanan online juga. Cuma diminta jangan terlalu sibuk, lupa waktu sama anak dan suami pastinya,” paparnya.
Dira mengakui, dirinya memang tipikal perempuan yang tidak bisa menganggur. Sehingga, kini meskipun masih baru saja melahirkan bayi kedua (Aldino), dia juga sudah mulai sibuk lagi mengurusi toko. Termasuk riwa-riwi, dari kediamannya di Gunung Kawi ke toko yang berada di Kepanjen.(ley/ary)

Editor : bagus
Penulis : agung






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...