HP Disembunyikan, Bocah 11 Tahun Gantung Diri | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 18 Nov 2019, dibaca : 31395 , halim, rdb

PASURUAN – Sungguh tragis cara bocah, 11 tahun ini mengakhiri hidupnya. Korban ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dapur rumahnya di wilayah Pandaan Pasuruan.
Informasinya kejadian yang menyentak dada ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.00. Korban ditemukan sudah tewas dengan posisi menggantung dan di lehernya terikat tali tambang, yang diikatkan pada asbes terbuat dari kayu glugu di ruang dapur dalam rumahnya.
“Tewasnya korban diketahui pertama kalinya oleh bapaknya sendiri, saat pulang dari keliling jualan sayur. Masuk rumah kaget melihat anak keduanya gantung diri di dapur, dan posisinya sudah tak bernyawa,” jelas Maksum Soleh, kepala desa setempat.
Saat kejadian berlangsung, kata Maksum Soleh, posisi rumah dalam keadaan kosong dan hanya korban seorang diri. Sementara itu, Nuryanto, ayah korban, sejak pagi keluar rumah jualan sayur keliling. Sedangkan Musrifa, 49, ibunya juga ke sawah lantaran bekerja menjadi buruh tani. Kemudian Muhammad Afifudin, 17, kakak kandung korban juga keluar rumah.
“Kedua orang tua dan kakak korban saat kejadian tidak ada di rumah atau keluar. Sesampainya di rumah dan melihat anaknya gantung diri di dapur, jasad korban langsung di turunkan bapaknya dibantu oleh warga sekitar sekaligus tetangganya,” beber kades.
Pihak pemdes setempat mengetahui kejadian ini, langsung lapor ke Polsek Pandaan. Sesaat kemudian petugas polsek setempat tiba di lokasi kejadian atau rumah duka. Bersamaan itu, warga dusun sekitar baik tetangga juga kerabatnya berdatangan ke rumah duka untuk melayat.
“Bapak dan ibu sejak pagi sudah keluar bekerja. Saat saya mau keluar, sekitar pukul 08.30. Melihat adik (korban, red) sedang tiduran dan tampak menangis,” tutur Afifudin, kakak kandung korban dengan muka sedih.
Ia langsung balik bergegas pulang dari warkop, setelah dapat telepon ada kabar duka di rumahnya. Sesampainya di rumah, kaget dan tak menyangka adiknya ditemukan tewas gantung diri di dapur. “Sepertinya sedang mencari HP. Saya tahu HP nya disembunyikan orang tua kami. Agar tak kecanduan main game. Tak menyangka, adik jadi berbuat nekat seperti ini,” ujarnya.
Setibanya di TKP atau rumah duka, pihak keluarga menolak jasad korban di visum maupun otopsi. Namun hanya bersedia di periksa luar saja, saat jasad korban hendak disucikan sebelum di makamkan. Ternyata pada lehernya terdapat bekas jeratan tali tambang, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi. Saat mayat akan disucikan sempat kami periksa, terdapat ada bekas jeratan tali tambang di lehernya. Lainnya tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur.
Sekitar pukul 13.00 siang, korban yang masih pelajar kelas VI di madrasah di dusunnya itu akhirnya dimakamkan di TPU dusun setempat. “Motif korban nekat gantung diri. Dugaan kuat karena frustasi HP disembunyikan orang tuanya. Karena selama ini kecanduan main game via HP,” kata kanitreskrim.(rdb/lim)



Loading...