MalangPost - Demo Berlanjut, Trump Ancam Kerahkan Militer

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Demo Berlanjut, Trump Ancam Kerahkan Militer

Selasa, 02 Jun 2020, Dibaca : 3597 Kali

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah mengerahkan militer AS untuk menghentikan demonstrasi atas kematian seorang pria kulit hitam Afrika-Amerika di tangan polisi Minneapolis. Petugas penegak hukum di berbagai kota di seluruh negara bagian AS sebelumnya menembakkan peluru karet dan gas air mata ke para demonstran. Kerusuhan pun tak terhindarkan.

"Wali kota dan gubernur harus membangun kehadiran penegakan hukum yang luar biasa sampai kekerasan diatasi," ujar Trump di Taman Mawar Gedung Putih dikutip kantor berita Reuters, Selasa.

"Jika sebuah kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer AS dan dengan cepat menyelesaikan masalah bagi mereka," ujarnya menambahkan.

 

Setelah pidatonya, Trump berjalan dari Gedung Putih melalui area yang telah disterilkan untuknya ke Gereja Episkopal St. John. Di sana, ia memegang sebuah Alkitab dan berpose untuk berfoto bersama putrinya, Ivanka, dan Jaksa Agung AS William Barr.

Uskup ketua keuskupan Gereja Episkopal di Washington D. C., Michale Curry, termasuk di antara mereka yang mengkritik Trump yang berfoto di gereja bersejarah. "Dengan melakukan itu, dia menggunakan bangunan gereja dan Alkitab untuk tujuan politik partisan," katanya di Twitter.

Gereja menderita kerusakan akibat kebakaran kecil selama protes pada Senin malam. Pasukan keamanan yang bergerak melawan demonstran di Gedung Putih termasuk polisi militer Garda Nasional, Dinas Rahasia, polisi Departemen Keamanan Dalam Negeri, serta polisi Distrik Columbia. Gedung Putih mengatakan sedang membersihkan area sebelum jam malam.

 

Setelah pernyataan pengerahan militer presiden, kekerasan meluas di malam ketujuh demo. Para demonstran membakar sebuah mal di Los Angeles dan menjarah toko-toko di New York City. Beberapa jam setelah pergolakan di Washington, ribuan orang berbaris di jalan-jalan Brooklyn. Mereka meneriakkan "keadilan sekarang!" sementara mobil melaju bersama, beberapa pengemudi membunyikan klakson.

Rekaman-rekaman yang tersiar televisi menunjukkan kerumunan yang menghancurkan jendela dan menjarah toko-toko mewah di sepanjang Fifth Avenue di Manhattan, salah satu distrik perbelanjaan paling padat di kota, sebelum pukul 23.00 di kota itu atau waktu diberlakukannya jam malam. Wali Kota Manhattan Bill de Blasio mengatakan jam malam akan dipindahkan menjadi pukul 20.00 pada Selasa (2/5).

 

Dua petugas polisi ditabrak mobil pada demonstrasi di Buffalo, New York, Senin malam. Kepala eksekutif Erie, Mark Poloncarz, mengatakan pengemudi dan penumpang kendaraan itu diyakini ditahan. Namun, belum jelas apakah insiden itu disengaja atau tidak.

Demonstrasi semakin meluas di seluruh AS bahkan demo damai solidaritas bagi kematian George Flyod merambah ke berbagai belahan dunia. Pemeriksa Medis Wilayah Hennepin kemudian merilis temuan otopsi yang juga menyebut pembunuhan Floyd karena asfiksia. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net