MalangPost - Biaya Haji Bisa Diambil

Kamis, 16 Juli 2020

  Mengikuti :

Biaya Haji Bisa Diambil

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 1284 Kali

MALANG - Sebanyak 2.730 Calon Jamaah Haji (CJH) Malang Raya tertunda keberangkatan ke Tanah Suci tahun ini. Mereka diberangkatkan tahun depan. Biaya perjalanan haji yang sudah dibayar bisa diambil lagi atau tetap disimpan.
Keputusan itu menyusul diterbitkannya Keputusan Menteri Agama No 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelanggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M, Selasa (2/6) .


"Ya benar, menurut KMA (Keputusan Menteri Agama) tentang pembatalan keberangkatan haji maka tahun ini keberangkatan calon jamaah haji Kota Malang dibatalkan," jelas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Dr. Muhtar Hazawawi M.Ag.


Ia menjelaskan menurut KMA tersebut kebijakan berikutnya bagi jamaah haji yang berangkat tahun ini memiliki dua opsi tindak lanjut. Pertama diperbolehkan mengambil kembali uang yang sudah dibayarkan untuk administrasi dan biaya haji atau kedua menabung  uang tersebut untuk digunakan berangkat haji tahun berikutnya.
"Jadi uang bisa dikembalikan ke jamaah yang mau ngambil. Tapi bisa juga ditabung karena ada nilai manfaatnya," paparnya.


Artinya mereka yang sudah mendaftar dan melunasi biaya penyelanggaraan haji yang tidak jadi berangkat tahun ini akan menjadi prioritas pengisian kuota haji  tahun 2021.
Sementara itu, berdasarkan KMA  No 494 Tahun 2020, jamaah haji reguler dan jamaah haji khusus yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 menjadi jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.


Kemudian untuk setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).


Selanjutnya untuk nilai manfaat hasil pengelolaan setoran pelunasan Bipih akan diberikan penuh kepada pada BPKH kepada jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 paling lambat 30 hari kerja sebelum keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.
Lalu setoran pelunasan BIPIH dapat diminta kembali oleh jamaah haji. Sedangkan petugas haji daerah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 dinyatakan batal, (BIPIH) dikembalikan, dan Gubernur dapat mengusulkan kembali nama petugas haji daerah pada penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.


Humas Kemenag Kota Malang Burhanudin menambahkan, 947 CJH asal Kota Malang yang batal berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Seksi  Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Malang Sonhaji S.Ag mengatakan total jumlah CJH Kabupaten Malang tahun ini sebanyak 1.609 orang. “Karena pemerintah pusat membatalkan keberangkatan, seiring belum ada kepastian pembukaan penyelenggaraan ibadah haji oleh Pemerintah Arab Saudi, maka mereka tidak bisa berangkat tahun ini dan akan berangkat tahun depan,’’ katanya. Sonhaji mengatakan,  CJH yang harusnya berangkat tahun ini merupakan CJH yang mendaftar pada tahun 2011 lalu.


Ia menjelaskan, informasi tentang CJH tidak bisa berangkat tahun ini sudah diberitahukan kepada CJH Kabupaten Malang melalui KBIH masing-masing. “Informasi batal berangkat ini sudah kami sampaikan ke KBIH melalui grup WhatsApp. Harapannya bisa diteruskan kepada para jamaah,’’ ungkapnya.


Ia meminta CJH tidak kawatir. Karena meskipun gagal berangkat tahun ini, mereka akan berangkat tahun depan. “Jadi tidak hilang, CJH tetap berangkat. Istilahnya ditunda ya, tahun ini menjadi tahun depan. Tidak hilang kok kursinya,’’ tambah Son. Dia mengatakan, batal berangkat ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Malang saja, melainkan di seluruh Indonesia.
Begitu juga dengan CJH asal Kota Batu. "Pemberangkatan CJH akhirnya terjawab sudah oleh Pak Menteri Agama. Artinya untuk pelaksanaan ibadah haji 2020 secara resmi ditunda tahun 2021," jelas Kepala Kemenag Kota Batu, Nawawi.


Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa jauh sebelum pengumuman ini, khusus di Kota Batu, Kemenag sudah memberikan sosialisasi dan memberikan tiga opsi. " Pertama memberangkatkan CJH secara keseluruhan, kedua secara terbatas, dan terakhir tidak sama sekali," terangnya
Namun setelah ada pengumuman dari Kemenag, CJH Kota Batu sudah paham. Karena sudah siap siap sebelumnya. Dari data Kemanag Kota Batu, jumlah CJH sebanyak 174 orang. Dari jumlah tersebut, 169 di antaranya sudah lunas membayar. (ica/ira/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi