MalangPost - Berani Sombong, Harus Hati-hati

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Berani Sombong, Harus Hati-hati

Rabu, 20 Mei 2020, Dibaca : 3954 Kali

Perhatikan Ayat-Ayat Alqur'an. Bagaimana orang-orang sombong diluluhlantakkan oleh Allah SWT. Dalam Alqur'an kesombongan adalah perbuatan yang sangat buruk, dicela, dihina dan bahkan berdampak pada kehancurannya. Perhatikan beberapa ayat yang menyatakan hal tersebut. 

Ketika Iblis dengan angkuhnya mengatakan "Ana Khairun minhu, Saya lebih baik darinya", kemudian Allah melaknatnya. Ungkapan yang sepertinya sepele, tapi sepanjang hayatnya (sampai akhir kiamat) Syaitan menjadi makhluq terlaknat, dan tempatnya di neraka.

Putra Nabi Nuh ketika menjawab seruan Ayahnya yang juga seorang Rasul, tatkala diajak untuk menaiki perahunya, ia menjawab dengan angkuhnya "Saawi ila jabalin ya'shimuni, Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!”  kemudian Allah menenggelamkannya. Seakan-akan dirinya mampu, mencari perlindungan selainNya, pada kenyataanya ia bukanlah siapa-siapa, lemah. 

Bagaimana dengan Namrud, Ia dengan arogansi dan sombongnya menyangkal perkataan Nabi Ibrahim as atas kekuasaan Allah, "Ana uhyi wa umit, Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” kemudian Allah meluluhlantakkan kerajaannya dan ia mati terkapar, mengenaskan, hanya dengan sengatan makhluk kecil yang dikirim oleh Allah, nyamuk. 

Ketika Fir'aun berkata, "Ana Rabbukum al-a'la, Aku tuhanmu yang paling tinggi", kemudian tidak beberapa lama, Allah menenggelamkannya ke dasar laut. Bagaimana dengan manusia yang menjadikan selain Allah Tuhan, dan menuhakan benda-benda atau kekuasaannya. 

Kekuasaan, kehebatan, atau apa pun bila ia berlalu sombong, maka ia akan menuai akibatnya. Bagaimana dengan kekayaan dan kepintaran yang disombongkan?. Tatkala Qarun berkata, "Innama utituhu 'ala 'ilmi 'indi, Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku."  apa yang terjadi padanya, Allah menguburnya dengan seluruh hartanya. Ia bangun koneksi, ia berlimbah harta, ilmu pun ia peluk, tapi kesombongannya memguburkan segalanya. 

Tak ada yang patut disombongkan, kita hanyalah manusia yang berasal dari air yang tidak laku dijual di pasar, super market, atau diletakkan di etalase apa pun. Air itu pun tak pernah bertahan lama, bila sudah berada di luar rahim. Lahir telanjang, berakhir dengan telanjag hanya kain kafan yang tidak tahu asalnya. Mudah-mudahan kita terhindar dari rasa yang tidak pantas kita miliki, ia hanya milik Sang Maha segalanya. Allah swt. 

Beberapa kutipan diambil dari al-Akhlaq al-Qur'aniyyah Syekh Hasan al-Manshuri. ‘’Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu. (HR. Muslim). (*)

Oleh : Ustadz Halimi Zuhdy

Pengasuh Popes Darun Nun dan Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Maliki Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Halimi Zuhdy