Banyak Ditemukan Tenaga Pendidik Belum Memenuhi Kompetensi

Selasa, 15 Oktober 2019

Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 7146 , udi, asa

BERPRESTASI: Farkhanah Salsabilah (kiri) Indra Febrianto (kanan) lulusan terbaik UM yang meneliti persoalan terkini yang dihadapi masyarakat.

MALANG - Hasil penelitian mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menyebut bahwa di Jawa Timur masih cukup banyak tenaga pendidik yang masih belum memenuhi kriteria kompetensi sebagai seorang guru. Hal tersebut diungkapkan Indra Febrianto, mahasiswa program studi S1 Pendidikan Ekonomi yang meneliti, bahwa sejauh ini para siswa di sekolah Jawa Timur masih dididik oleh guru yang belum memiliki kompetensi yang cukup.
“Sekarang ini sudah memasuki Revolusi Industri 4.0,  latar belakang penelitian saya adalah ingin mengetahui bagaimana kesiapan guru saat ini dalam menghadapi hal tersebut,” kata salah satu lulusan terbaik pada wisuda UM ke-99 tahun 2019, dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.75.
Indra mengambil sampel penelitian pada sejumlah perguruan tinggi negeri yang ada di Jawa Timur. Hingga kemudian penelitiannya menghasilkan kesimpulan, bahwa terdapat beberapa indikator yang membuktikan bahwa para guru lulusan dari sejumlah kampus masih belum siap dalam menghadapi tantangan bidang pendidikan di era berkemajuan ini. “Ada beberapa indikator yang masih sangat rendah. Seperti pada poin literasi, berpikir kritis, hingga pemecahan suatu masalah,” lanjutnya.
Berdasar  pada penelitian tersebut, ia memberikan saran kepada pihak berwenang dalam hal ini pemerintah agar dapat meningkatkan kapasitas guru melalui regulasi-regulasi yang dibutuhkan. Seperti menerima guru berdasar pada tingkat kompetensi dan kemampuan sesuai dengan bidang yang diajarkan. “Saran saya berdasar penelitian itu, pemerintah jangan hanya melakukan penyeleksian guru berdasar pada kuota. Tapi harus benar-benar berdasar pada kebutuhan,” imbuhnya.
Selain Indra, ada Farkhanah Salsabilah, yang meneliti terkait dengan persoalan menarik ditengah masyarakat. Farkhanan meneliti fenomena ibu rumah tangga produktif yang mampu menggeser stigma peran ibu rumah tangga ditengah masyarakat.
“Kenapa saya memilih topik itu, karena saya sangat tertarik dengan fenomena wanita yang mampu produktif sesuai dengan passionnya. Meskipun mereka juga sudah jadi ibu rumah tangga yang pekerjaannya tidak mudah,” ungkap lulusan terbaik UM jenjang sarjana pada prodi Pendidikan Ekonomi, dengan raihan IPK 3,93 ini.
Sementara itu, pada periode kali ini, termasuk Indra dan Farkhanan, UM meluluskan 2.803 mahasiswa pada wisuda ke-99 dan ke 100 yang digelar di Graha Cakrawala UM, Sabtu, (5/10). Dengan pelaksanaan wisuda ini, UM sudah meluluskan total 132.124 mahasiswa. (asa/udi)



Loading...