Bahaya Bayi Pakai Emas | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Des 2019,

Sebuah akun bernama Inspirasi&resep makanan beberapa waktu lalu mengunggah konten, yang menginfokan bahwa pemakaian emas pada bayi bisa menyebabkan migrasi partikel emas. Dampaknya, kulit bayi bisa mengalami iritasi, gatal-gatal, sampai dengan alergi. Pada unggahan tersebut juga dijelaskan, bahwa partikel emas bisa tertimbun dalam darah bayi.
"Para ahli memberikan kesimpulan tentang atom yang berada pada emas dapat menembus kulit luar dan merasuk dalam darah manusia. Apabila bayi-bayi yang masih menggunakan emas, dapat meningkatkan prosentase atom emas dalam darah dan air seni yang di luar batas. Gejala ini biasa juga disebut dengan migrasi emas," kata akun tersebut.
Tak hanya itu, akun tersebut juga memberi penjelasan bahwa dampak buruk emas juga tak hanya bagi bayi. Tapi juga bagi perempuan dewasa. Namun dijelaskan, bagi perempuan, timbunan emas akan keluar bersama dengan darah menstruasi setiap bulannya. Kemudian akun tersebut menyarankan agar bisa mengurangi penggunaan kulit, baik pada bayi maupun bagi perempuan dewasa.
Lebih lanjut, akun tersebut juga menyebut bahwa pelarangan emas juga berlaku bagi kaum pria. "Tentu saja hal ini juga menjawab, mengapa dalam Islam seorang laki-laki tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan dari emas. Bukan tanpa alasan, melainkan memang ada efek dalam kesehatan," jelas akun tersebut.
Dilansir dari Cekfakta.com, Dokter Spesialis Kulit Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, FINSDV dari DNI Skin Centre membantah informasi yang diunggah oleh akun tersebut. Menurutnya, di dunia medis tidak mengenal adanya migrasi emas. Memang beberapa orang bisa memiliki bakat alergi, tapi bukan karena penumpukan emas dalam darah.
"Umumnya emas yang berbentuk padat tidak dengan mudahnya masuk dan terserap ke kulit karena partikelnya berukuran besar. Kondisi ini berlaku untuk kulit bayi maupun dewasa, walaupun memang kadar air pada kulit bayi lebih tinggi daripada dewasa," paparnya.
Kemudian dr.Darma, Dr. dr. Raendi Rayendra, SpKK, M.Kes, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, juga membantah informasi tersebut. Dijelaskannya, emas adalah logam mulia dengan bentuk atom yang stabil sehingga partikel emas tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.
“Emas itu adalah logam yang paling jarang menyebabkan suatu kasus dermatitis kontak alergi. Hanya satu sampai dua persen yang bisa menyebabkan dermatitis kontak alergi, tapi tidak bisa masuk ke darah,” pungkasnya.(asa/lim)

Editor : Halim
Penulis : Inasa






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...